Wenger Telat Sadar Kalau Giroud Penuhi Standar ArsenalTelah diakui langsung oleh manajer Arsenal, Arsene Wenger kalau Olivier Giroud punya kualifikasi yang memenuhi standar The Gunners.

Sejak musim lalu, Giroud memang tidak pernah dimainkan secara reguler di Arsenal. Dari 40 kali bermain bersama klubnya di semua kompetisi, bomber asal Prancis itu cuma 17 kali dipasang sebagai starter. Namun belakangan, Wenger melihat kalau Giroud kerap menunjukkan totalitasnya dalam membela klub setiap kali diturunkan ke lapangan. Dedikasinya terbukukan di musim ini dengan mempersembahkan 16 gol serta 7 assist.

Pada akhirnya, Wenger pun tersadar bahwa semangat anak didiknya itu untuk memberikan sesuatu yang lebih kepada klub bukanlah ‘hangat-hangat tahi ayam’ saja.

“Saya akhirnya benar-benar melihat, kalau Giroud bermain dengan total”, tegas Wenger kepada Mirror.

“Dia (Giroud) punya kualifikasi yang memenuhi standar klub kami (Arsenal)”, sambung pria 67 tahun itu.

“Kedepan, ia akan lebih banyak saya mainkan”, tuntasnya.

Sayang di sayang, kesadaran Wenger seperti datang terlambat. Saat bursa transfer pada musim panas tahun ini (2017) digelar nanti, kabarnya Giroud sudah ditaksir oleh Olympique Marseille. Dimana selanjutnya, ia akan pulang kampung ke Prancis dan berlaga di Ligue 1.

Content Terkait:

Giliran Mou Dituduh Ngemplang Pajak

Giliran Mou Dituduh Ngemplang Pajak

Sekarang giliran manajer MU (Manchester United), Jose Mourinho tersandung masalah pajak. Pria berumur 54 tahun itu dituduh sebagai pengemplang pajak di negara Spanyol.

Berdasarkan liputan dari tabloid El Pais, Mou dituding jaksa telah menggelapkan pajak senilai 3,304,670 Euro atau setara dengan 49 M Rupiah kala bekerja sebagai pelatih di Real Madrid. Dimana terinci bahwa pada tahun 2011, pajak yang tidak dibayarkan Mou adalah sebesar 1,611,537 Euro dan sebesar 1,693,133 Euro di tahun 2012.

Padahal seminggu sebelumnya, mantan anak didiknya di El Real, Christiano Ronaldo juga tersandung kasus yang sama. Dimana total pajak terutang yang tidak dibayarkan oleh striker berjuluk CR7 itu adalah sebesar 14,7 juta Euro, mulai dari tahun 2011 hingga tahun 2014.

Selain Ronaldo, bomber Barcelona FC, Lionel Messi juga divonis hukuman penjara 21 bulan, lanteran melakukan pelanggaran serupa. Untungnya, pesepakbola nasional Argentina mendapatkan fasilitas untuk bisa terhindar dari hukuman penjara. Apabila vonis kurungan yang dijatuhkan hakim adalah masa kurungan kurang dari 2 tahun. Terdakwa bisa menjalankan hukuman percobaan, asalkan tidak terdapat rekor kriminal sebelumnya. Alhasil, La Pulga pun urung masuk bui.

Content Terkait:

Suporter AC Milan Lempari Donnarumma Pake Uang Palsu

Suporter AC Milan Lempari Donnarumma Pake Uang Palsu

Kala dirinya bermain bersama timnas Italia U – 21, suporter AC Milan melempari Gianluigi Donnarumma dengan uang palsu. Sedang ditelusuri apa motif sebenarnya dari perlakuan tidak mengenakkan tersebut. Namun, berikut adalah sebagian informasi kasar yang didapat dari investigasi wartawan.

Kejadian berawal saat timnas Italia mencukur habis timnas Denmark dengan skor 2 – 0 akhir pekan kemarin (Minggu, 18 / 6 / 2017) pada event Piala Eropa U – 21. Saat itulah, kiper yang menjaga gawang Italia diperlakukan tidak sopan oleh suporter AC Milan cabang Polandia.

Sejak babak 1 dimulai, Donnarumma sudah dilempari dengan lembaran uang palsu. Tidak hanya itu, banner bertuliskan ‘Dollarumma’ pun terbentang lebar-lebar pas dibelakang gawang yang dikawal Donnarumma. Usut punya usut, maksud dari tulisan di banner itu adalah sebuah sindiran yang ditujukan kepada kiper berumur 18 tahun itu. Pasalnya, Donnarumma emoh untuk meneken kontrak baru yang disodorkan AC Milan. Melihat nominal gajinya yang tidak sreg dihati Donnarumma.

 

Juru bicara suporter Rossoneri di Polandia, Roman Sidorowicz akhirnya menjelaskan kenapa Milan Club Poland sampai marah betul kepada Donnarumma.

“Kami merasa dikhianati oleh Donnarumma. Kami merasa sakit hati. Makanya semua ini terjadi, karena protes kami kepada kiper kurang ajar itu”, tegas Sidorowicz saat diwawancara di Radio Sport.

“Sebelumnya dia (Donnarumma) bilang kalau Milan adalah klub yang ada di hatinya. Itu pun dia mengatakannya sambil mencium logo AC Milan. Masa sekarang dia menolak perpanjangan kontrak. Itu kan namanya kurang ajar”, ujar Sidorowicz.

“Pokoknya Milinisti menganggap itu adalah sebuah pengkhianatan dan penghinaan”, tuntasnya.